Sahabat Perpustakaan UII, beberapa waktu yang lalu Direktorat Perpustakaan UII melakukan kegiatan Fumigasi Mandiri Koleksi Perpustakaan. Kegiatan Fumigasi Perpustakaan ini sendiri merupakan suatu tindakan pengasapan yang digunakan untuk tujuan mencegah, mengobati dan mensterilkan bahan pustaka dari gangguan serangga pada suatu perpustakaan tertentu dengan menggunakan fumigan, yaitu suatu zat yang pada fase gas bersifat beracun.

Kegiatan fumigasi di Direktorat Perpustakaan UII ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun. Pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan fumigasi ini dilakukan dengan bantuan jasa dari vendor (pihak ketiga), sedangkan mulai 2 tahun belakangan ini Direktorat Perpustakaan UII melakukan kegiatan fumigasi secara mandiri, yaitu dilaksanakan oleh pustakawan dan tenaga perpustakaan Direktorat Perpustakaan UII. Untuk kegiatan Fumigasi Mandiri kali ini dilakukan oleh sebanyak 14 orang pustakawan dan tenaga perpustakaan UII.

Rangkaian kegiatan fumigasi mandiri ini sendiri dilaksanakan selama satu bulan, mulai dari tahapan persiapan - pelaksanaan - hingga tahap evaluasi. Adapun pelaksanaannya sendiri dilakukan selama 4 hari, yaitu mulai tanggal 29 Mei - 02 Juni 2018, bertepatan dengan libur Idul Fitri. Tanggal 29 Mei tim fumigasi melakukan "pengeboman", yaitu penempatan tablet Phostoxin (bahan kimia yang digunakan untuk fumigasi perpustakaan)  ke seluruh bagian perpustakaan dengan metode tertentu. Hal ini dilakukan agar bahan kimia yang digunakan untuk fumigasi ini tidak menyebar ke luar dan membahayakan keselamatan orang. Karena bahan kimia Phostoxin nbsp;yang digunakan untuk fumigasi di Direktorat Perpustakaan UII ini merupakan bahan kimia berjenis kontak udara (bau beracun). Sehingga gedung perpustakaan harus ditutup total dan dipastikan benar-benar dalam kondisi kedap.

Secara umum pelaksanaan fumigasi di Direktorat Perpustakaan UII berjalan dengan sukses. Tanggal 2 Juni 2019 dilakukan pembersihan bahan kimia residu (sisa) dari kegiatan fumigasi. Residu bahan kimia ini ditempatkan secara hati-hati di dalam drum plastik demi menjaganya agar tidak bocor dan terpapar air. Hal ini dikarenakan residu bahan kimia hasil fumigasi yang berupa serbuk ini sangat berbahaya, baik itu ketika serbuknya beterbaran dan terhirup, masuk ke mulut, mata dan kulit. Juga ketika serbuk residu ini terkena air, akan bisa terbakar. Selanjutnya residu bahan kimia hasil fumigasi ini akan dikirim ke Laboratorium Kimia UII untuk dilakukan pemusnahan sesuai dengan prosedur yang benar. (tgh)