Dalam rangka proses lanjutan dari program pengembangan karir pustakawan melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam. Ditjen Pendidikan Islam menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) pada hari Rabu–Senin, 21 – 26 November 2018, bertempat di New Shapir Hotel Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan melalui kerjasama antara Kementerian Agama RI dengan Fakultas UIN Sunan Kalijaga. Peserta dalam kegiatan ini adalah dua puluh orang pustakawan yang lulus dalam seleksi penyaringan sebagai peserta ToT. Para peserta berasal dari berbagai Lembaga Pendidikan Tinggi Agama Islam di lingkungan Kementerian Agama RI, yaitu UIN Sunan Kalijaga, UIN Jakarta, UIN Aceh, UIN Riau, UIN Palembang, UIN Semarang, UIN Padang, UIN Sumatera Utara, UIN Lampung, UN Mataram, IAIN Salatiga, IAIN Surakarta, IAIN Purwokerto, IAIN Kediri, IAIN Palangkaraya, dan IAIN Pekalongan. Dari 20 peserta ToT, dua orang di antaranya adalah Sri Astut, MIP, dan Isrowiyanti, S.Ag.,SS. Keduanya adalah pustakawan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pada tahun sebelumnya, kedua orang pustakawan tersebut telah mengikuti Development of Library System Management di Australia, sebagai program pengembangan karir bagi pustakawan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI.
Kegiatan TOT ini dibuka oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Dr. Yudian Wahyudi, Ph.D. Inti dari pidato beliau dalam acara pembukaan kegiatan ini adalah bahwa para pustakawan harus membekali dirinya dengan berbagai skill dan kemampuan akademis untuk meningkatkan kompetensinya sehingga menjadi lebih maju, unggul, mampu bersaing, dan menjadi salah satu leader, dan lokomotif dalam pengembangan, serta memajukan masyarakat melalui literasi informasi. Salah satu upaya pemerintah sebagai bentuk kepedulian terhadap pengembangan kompetensi dan karir pustakawan adalah dengan menyelenggarakan kegiatan trainig of trainers ini.
Selama proses pelatihan, para peserta didampingi oleh fasilitator, yaitu Dr. Nur Cholis, Ph.D, Dra. Imas Maesaroh, M.Lib., Ph.D, dan Dra. Labibah Zain, MLIS. Salah satu penekanan dalam kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan peserta sebagai trainer yang profesional. Selain itu peserta juga dituntut untuk menyusun modul pelatihan berkaitan dengan kegiatan layanan perpustakaan yang akan dapat digunakan dalam kegiatan pelatihan bagi pustakawan di lingkungan PTKIN dan madrasah di bawah Kementerian Agama. Setelah selesai penyusunan modul, dilakukan simulasi penerapan modul dalam sebuah training yang melibatkan semua peserta. Kegiatan ToT berakhir pada hari Senin, 26 November 2018 yang secara resmi ditutup oleh Kasubdit Ketenagaan Kementerian Agama RI, Drs. Syafei, M.Ag. (Ist)